WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan



Untuk sobat IQroe baru belajar fotografi dan baru saja memiliki kamera digital pasti sedikit asing bahkan amat sangat membingukan untuk para sobat yang baru belajar dan seperti hal lainya, dalam dunia fotografi sendiri memiliki banyak istilah-istilah fotografi yang bagi oran awam akan lumayan membingungkan, sperti ISO, AE, F, DOF, dan masih banyak lagi istilah lainnya.

Dan dibawah ini ada istilah yang perlu anda pahami dalam mempelajari dan menguasai ilmu dibidang photografi Berikut ini Beberapa istilah dalam fotografi yang amat perlu difahami begitu banyak, ya gk begitu banyak juga sihh, selain dibanding dengan kenangan bersama mantan… sory curhat
1.  APS : Advanced Photo System

2.  DIL : Drop in Loading

3.  CID : Cartridge Identification number

4.  FID : Film strip Identification number

5.  USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam

6.  Kristal sigma : Butir-butir perak halida

7.  AFS : Auto Focus Silent Wave Motor

8.  AFD : Auto Focus Distance Information

9.  DIR : Development Inhibitor Releaser

10.  SPD : Silicon Photo Diode

11.  LCD : Liquid Crystal Display

12.  LED : Light Emitting Diode, lampu

13.  ISO/ASA : Derajat sensitivitas film

14.  ISO : International Standart Organization

15.  ASA : American Standart Association

16.  DIN : Deutsche Industry Norm

17.  NiMH : Nikel Metal Hydride

18.  NiCd : Nikel Cadmium

19.  DRAM : Data Random Acces Memory

20.  RISC : Reduce Intruction Set Computer

21.  CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)

22.  CPL : Circular Polarizing

23.  USM : Ultrasonic motor

24.  ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan
kecerahannya sangat besar.

25.  SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma

26.  TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film.

27.  Lens Mount : Dudukan lensa

28.  MF : Manual Fokus

29.  AF : Auto Fokus

30.  Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik

31.  DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, bergantung pada: diafragma, panjang lensa dan jarak objek

32.  GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma

33.  AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV

34.  EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik.

35.  Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto).

36.  Aperture : Diafragma

37.  Lens Hood : Tudung lensa

38.  Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis

39.  Shutter : Rana

40.  Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis

41.  Exposure compensation : Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal
menjadi lebih atau kurang.

42.  Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt

43.  Metering : Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot

44.  Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar

45.  Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu

46.  Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu

47.  View finder : Jendela bidik

48.  Built in Dioptri : Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)

49.  Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik

50.  Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen

51.  Focusing screen : Layar focus

52.  Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda

53.  Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis

54.  TTL : Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa

55.  Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan.

56.  Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata.

57.  Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat abntu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain.

58.  Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel

59.  Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama

60.  Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body

61.  Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV

62.  Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari.

63.  PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe.

64.  Hot shoe : Kaki blitz

65.  Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak

66.  Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV
yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11

67.  Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup

68.  Shutter release : Pelepas rana

69.  Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera

70.  Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan

71.  Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan

72.  Reloadable to last frame : fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai

73.  Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan

74.  Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu

75.  Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik

76.  Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film

77.  Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa.

78.  Bulk film : Film kapasitas 250 exposure

79.  Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya: 16-22mm (lensa lebar super),24-35mm (lensa lebar medium,6-15mm (lensa mata ikan).

80.  Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih

81.  Pull : kebalikan dari Push

82.  Main light : Cahaya pengisi/tambahan

83.  Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya.

84.  Foto wedding terbagi 2 yaitu :    Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis, Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan.

85.  Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin

86.  Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor.

87.  Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan.

88.  Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu

89.  Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya

90.  Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto

91.  Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjadi
garis-garis sementara objek utama terekam jelas.

92.  Sandwich : Teknik menggabungkan foto

93.  Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto.

94.  Esai foto : (Biar foto yang bicara), merangkai foto menjadi cerita bertema

95.  xposure time kalo ga salah sih lamanya waktu kita ngebuka bukaan ( Biasanya di mode Bulb )

96.  Interpolasi : merupakan salah satu cara yang dipakai untuk memperbesar ukuran gambar dengan memultiplikasi pixel ukuran gambar yang diduplikasi menjadi lebih besar. Biasanya gambar interpolasi bila dilihat dengan teliti akan menurunkan ketajaman gambar karena bukan hasil asli keluaran dari sensor.

97.  HSM : Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya kurang lebih sama dengan USM, auto fokus cepat dan tidak bersuara. Kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sigma.

98.  AF-S : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Nikon..

99.  SAM : Sama dengan kode diatas, kode ini akan Anda temukan di lensa merek Sony.

100.  AF : Lensa Nikon yang tidak memiliki auto fokus built-in. Di kamera pemula Nikon seperti D60 dan D5000, tidak bisa mengunakan lensa ini untuk auto fokus, tapi harus dengan manual fokus.

101.  VR : Singkatan dari Vibration Reduction, fungsinya sama dengan Image Stabilization.

102.  OS : Singkatan dari Optical Stabilization, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini akan Anda temukan di lensa Sigma.

103.  VC : Singkatan dari Vibration Compensation, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini akan Anda temukan di lensa Tamron.

104.  DX, DT, DC : Kode lensa yang di optimalkan untuk kamera sensor krop. Kode ini akan Anda temukan di lensa Nikon, Sony atau Sigma.

105.  DG : Kode lensa yang di kompatibel untuk kamera sensor krop dan full frame. Kode ini akan Anda temukan di lensa Sigma.

106.  L -> kependekan dari Luxury”, biasa diplesetkan menjadi “Larang”. Lensa-lensa L-series Canon adalah lensa yang berada di jajaran atas. Dibuat dengan optik-optik pilihan yang berkualitas, juga memiliki build quality yang baik dan kokoh. Lensa seri ini ditandai dengan adanya gelang merah di leher bagian depan lensa. L singkatan dari luxury alias lensa mewah yg kualitasnya tinggi.

107.  DO -> kependekan dari “Diffractive Optics”. Lensa seri ini bila dibandingkan dengan lensa lain yang memiliki focal length dan aperture maksimal yang sama biasanya memiliki bentuk yang lebih kecil dan berat yang lebih ringan. Canon juga meng-claim lensa seri DO ini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi chromatic aberration.

Lensa ini ditandai dengan adanya gelang berwarna hijau di leher lensa bagian depan. Hingga saat ini Canon baru memproduksi 2 macam lensa dengan diffractive optics ini.

108.  EF -> mount lensa Canon sejak tahun 1987, mount sebelumnya bernama FD. Tambahan -S di belakang adalah kependekan dari Short Back Focus. Lensa dengan seri ini memiliki ‘buritan’ yang lebih nongol sehingga tidak bisa masuk ke body fullframe. Desainnya pun memang dirancang untuk body non-fullframe (APS-C) sehingga memiliki image circle yang lebih kecil daripada lensa seri EF biasa.

Jika dipaksakan dipasang pada body fullframe (baik dibantu dengan extension tube atau cara lain), maka akan menghasilkan foto dengan vignetting yang cukup parah akibat jangkauan image circle tidak sampai mencakup keseluruhan frame.

109.  IS -> kependekan dari “Image Stabilizer”. Teknologi peredam getar pada lensa yang memungkinkan lensa menstabilkan getaran tangan yang bisa menyebabkan foto shaking. Kemampuan IS biasanya diukur dengan stop rating, di mana semakin tinggi angka ratingnya, semakin baik kemampuan IS lensa tersebut dalam menstabilkan getaran.

110.  USM -> kependekan dari “Ultra-sonic Motor”, bisa diplesetkan menjadi “Untuk Semua Momen”. Lensa AF dengan motor ini biasanya memiliki kemampuan autofocus yang lebih cepat dan senyap sehingga dapat menangkap momen dengan lebih baik dan akurat.

111.  EF-S : jenis vatting / pangkon / bajonet / mounting
MAAF KALO KEBANYAKAN, TAPI YANG TERPENTING ADALAH ILMU YANG LENGKAP| :D 

dengan photoshop kita bisa membuat apa saja yang kita inginkan tapi hanya sedikit orang yang belum mengetahui trik-trik rahasia yang belum banyak orang ketahui, dengan trik padahal bisa membuat pekerjaan menjadi lebih efesien dan cepat.

Oke Sob dari Tutorial yang Sebelumnya Mempelajari Mengenai Merakam Perintah, sekarang saya akan menjelaskan tutorial yang lanjutan Tutorial sebelumnya yaitu Membuat Aplikasi Droplet.

Rekaman Action yang anda buat dari Tutorial sebelumnya dapat di ubah menjadi Droplet atau aplikasi kecil dengan format.exe yang dapat dijalankan tanpa harus berada di dalam program Photoshop. Sebagai contoh, berikut ini anda akan membuat Droplet berisi rekaman Action-seketsa.

1.    Siapkan dulu file gambar yang diperlukan untuk mencoba droplet yang akan Anda buat, untuk itu copy file        Insi3.jpg atau anda dapat menggunakan gambar yang anda inginkan. Lalu masukan kedalam folder Insi1\di my documents\.

2.    Pada Action Palette pilih action Sketsa

 
tutorial-photoshop-pilih-action-sketsa
«pilih Action Seketsa






3.   Klik menu File>Automate>Create Droplet. Maka akan tampil kotak dialog Create Droplet.

tutorial-photoshop-kotak-dialog-create-droplet
«Kotak dialog Create Droplet.












4.   Di bagian Set akan aktif pilihan Otomatis dengan Action : Seketsa.

tutorial-photoshop-action+sketsa
«Action : Seketsa.




5.   Klik Tombol Choose.

6.   Dibagian Save in pilih folder My Document\Insi1\

7.   Beri nama aplikasi pada bagian File name misalnya Droplet-Seketsa kemudian klik tombol Ok.

8.   Klik tombol OK lagi untuk menutup kotak dialog Create Droplet. Hasilnya di dalam folder My 
Document\Insitest1\ akan muncul file aplikasi Droplet-Seketsa.exe

tutorial-photoshop-file-aplikasi-Droplet-Sketsa
«file aplikasi Droplet-Seketsa.exe.












9.   Pilih file Insi3.jpg drag dan lepaskan di atas file aplikasi Seketsa.exe. Hasilnya gambar Insi3.jpg akan dimodifikasi menjadi gambar seketsa.

10.   Coba buka file Insi3.jpg dengan Photoshop.

















Tampilan sebelum dan sesudah di modifikasi dengan aplikasi berisi action Seketsa

     di photoshop kita terdapat berbagai cara rahasaia tersembunyi untuk mempermudah  projek kita di photoshop dan salah satunya adalah, dengan Menyimpan file modifikasi ke folder lain anda bisa menyimpan file-file hasil modifikasi dengan rapi yang tersusun folder dengan folder yang lain.

Teknik berikut ini adakah menyimpan file gambar yang telah dimodifikasi dengan action ke dalam folder lain secara otomatis. Sebagai contoh, berikut ini anda akan menyimpan beberapa file gambar sekaligus kedalam folder My Document\Insi1\, file gambar tersebut telah di modifikasi dengan action yan
g berisi perintah Grayscale.

1.   Anda akan membuat action Grasycale dan Save as terlebih dahulu caranya, buka file Insi3.jpg dari folder My Document\Insitest1\.

2.   Pada Action Palette klik tombol Create new action

mini-icon-new-action.jpg
3.   Beri nama Grayscale lalu pilih Set : Otomatis.

4.   Pilih Fungtion Key : F3 lalu aktifkan fungsi Shift.

5.   Klik tombol Record untuk memulai proses rekaman.

6.   Klik manu Image>Mode>Grayscale kemudian klik OK. Hasilnya gambar berubah menjadi grayscale.

7.   Klik tombol Stop recordingicon-stop-Recordinguntuk menghentikan proses rekaman.

tutorial-photoshop-hasil-rekaman-action
                                                           hasil rekaman action.

8.   Tekan Ctrl+F4 lalu klik No untuk menutup dokument gambar.

9.   Siapkan Folder Gambar \di dalam Folder My Document\Insitest 1\

10.   Dari file insi1.jpg.-insi5.jpg letakan didalam folder My Document\Insitest1\.

11.   klik menu File>Automate>Batch. Maka akan tampil kotak dialog batch

http://iqroe.blogspot.com/kotak-dialog-batch.jpg
















12.   Pilih Set : Otomatis dan Action : Graycale

http://iqroe.blogspot.com/setting-set-action.jpg


setting set dan action


13.   pilih Source : Folder lalu klik tombol Choose. Kotak dialog browse akan tampil.

14.   Pilih folder Image\Insi1\gambar\lalu klik Oke.

http://iqroe.blogspot.com/setting-source.jpg

Setting Source


15.   Pilih Destination : Folder lalu klik tombol Choose

16.   Pilih My Document : Folder lalu klik Oke

17.   Nonaktifkan Override Action “Save As” Commands.

http://iqroe.blogspot.com/Setting-destination.jpg
Setting Destination



18.   Berikutnya untuk setting file Naming pada kotak Daftar pertama ketik nama file image.

19.   Pada kotak daftar kedua di sebelah kanan pilih 2 Digit Serial Number, artinya penulisan nama file akan diikuti nomor urut 2 digit dimulai dari 01.

20.   Pada kotak daftar ketiga di baris kedua pilih extension artinya file juga disertai format.

http://iqroe.blogspot.co.id/seting-file-naming.jpg

Setting file naming


21.   Klik tombol OK untuk memulai proses modifkasi dan penyimpanan file ke dalam folder My 
Document\Insitest1\gambar\dengan nama file image.

http://iqroe.blogspot.co.id/file-hasil-modifikasi.jpg











22.   Coba buka image01.jpg dengan Photoshop untuk melihat hasil modifikasi.

    •  
       PHOTOGRAFI
      Hello… sobat insi kali ini kita akan bahas tentang apa itu photografi, photografi merupakan cabang ilmu seni yang menggunakan alat digital berupa kamera, ada perlu banyak seluk beluk

      tentang ilmu photografi secara istilah.. yaitu Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / melukis ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik melukis dengan cahaya.

      Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya tidak akan ada hasil foto).

      dan photografi memiliki begtu banyak cabang ilmu yang perlu anda ketahui diantaranya adalah teknik pengambilan gambar anda bisa mengunjungi  jenis-jenis shot dan pengambilan gambar  selain teknik pengambilan gambar anda perlu mengetahui bagaimana teknik merekam vidio yang benar dengan teknik photografi agar hasilnya memuaskan.
    • KAMERA SLR
      Nah .. seperti yang saya jelaskan singkat diawal pengenalan tentang photografi, 
    • yaitu tentang sebuah cabang ilmu seni yang menggunakan alat digital seperti kamera, dan dalam dunia photografi ada yang dinamaknya alat bantu digital

      untuk menghasilkan sebuah karya gambar digital yang keren, dan alat itu adalah sebuah kamera, yaa kamera para photografer biasa menggunakan   kemera SLR atau (Single Lens Reflex) untuk menghasilkan karya digitalnya.

      Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital) merupakan kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.

      Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

      Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). 
    • Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).
    • LENSA

      Oke sobat insi kita berlanjut pada ilmu dibahas dalam photografi yang amat-sangat anda ketahui yaitu mengenai LENSA, kalau tadi pengenalan tentang kameranya dan ini kita bahas

      lebih detail mengenai LENSA dan pengetahuan tentang lensa lebih jauh seperti kita bahas adalah panjang lensa.

    •  macam-macam lensa dan beberapa ilmu mengenai lensa lainya .
      Langsung saja kita kepenjelasan berikut.

      Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.
    • Baca Juga : 111 ISTILAH yang perlu kalian ketahui untuk para newbie fotografi
      PANJANG LENSA
      Panjang lensa biasa disebut Focal Length, dengan kita memahami panjang suatu lensa, memotret situasi apapun kita siap dan tau teknik apa yang harus digunakan.
      Panjang lensa mempengaruhi:

      a.  JARAK pemotretan
      b.  SUDUT pandang
      c.  PEMBESARAN
      d.  FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMA
      LENSA KHUSUS :
      a.  Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)
      b.  Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)
      c.  Lensa pengoreksian perspektif pada subjek
      d.  Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)

      dan ini Ada beberapa Macam-Macam Lensa :
  •  Lensa Standart. Lensa ini disebut juga lensa normal. lensa yang Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.  
  • Lensa Sudut Lebar (Wide Angle Lens).  Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini  beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle, Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas.Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya, Namun hal ini  tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil. lensa ini ukurannya cukup besar dan biasa digunakan untuk pemotrtan pertandingan sepak bola pemotretan pemandangan dari jarak jauh, karena lensa ini jarak zoom outnya cukup jauh jadi biasa digunakan untuk pemotretan jarak jauh.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Zoom.  Merupakan gabungan antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa idak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • FOKUS
    Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang (blur)..
  • SHUTER SPEED
    Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan dari pada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik.

    Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.
  • APERTURE
    Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukan lensa. Aperture ini diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk.

    Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F kecil dan dengan satuan sebagai berikut:
    f/1.2 | f/1.4 | f/1.8 | f/2.0 | f/2.8 | f/3.5 | f/4.0 Dst…
    Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0, f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).

    Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa maka shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa maka shutter speed akan semakin melambat.

    Keterangan
    perhatikan perbedaan rentang ruang tajam pada ketiga foto diatas. Pada bukaan diafragma besar ruang tajamnya lebih sempit dan demikian seterusnya.

    Tips
    Gunakan bukaan besar (angka f kecil) untuk mengisolasi background yang mengganggu. Gunakan bukaan kecil (angka f besar) untuk pemotretan landscap (pemandangan).

Sobat IQRoe bertemu lagi dengan ane membahas mengenai jenis-jenis shot dan pengambilan gambar dalam dunia photografi, kalo liat para photografer dan kameramen dalam pengambilan gambarnya itu bikin kita terperanga mangap sampe kemasukan laler karena hasil fotoannya emejingg sekali, itu karena dia memiliki ilmu photgrafi dalam jepretanya atau dalam pengambilan gambarnya, jadi gk sembarangan asal jepret dan rekam aja.

dalam mempelajari photography ada beberapa teknik dalam pengambilan gambar, agar menciptakan hasil gambar yang luar binasa ehh salah maksudnya LUAR BIASA,dan ada juga terkadang orang jago dalam photografi pengambilan gambarnya yang bagus tetapi tidak tau apa nama sudut dan teknik pengabilan gambarnya dalam dunia photografi.

ketika ditanya oleh guru atau oleh orang lain malah jmadi bingung tujuh keliling salto-salto… bawaanya pengen pegangan pohon mulu karena bingung, nah disini ane mau jelaskan secara lengkap dan detail agar temen-temen bisa meguasai secara cepat, Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :
  • Ukuran gambar (frame size)
Close UP
 Shot yang hanya mengambil gambar dari bahu sampai atas kepala atau Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga leher. Fungsi untuk memberi gambaran jelas terhadap objek, dalam dunia perfileman shot ini untuk mengambil ekspresi dari sang pemeran.

Medium Close Up
gambar yang diambil hanya menampilkan bagian separas dada sampai atas kepala. Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.

Big Close Up
dan Pengambilan gambar frame ini hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang dikeluarkan oleh objek, Shot shot ini yang hanya menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misalnya : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.

Extrime Close Up
Shot yang menampilkan bentuk objek tertentu secara dekat. Misalnya mata, hidung, atau telinga, mulut, Pengambilan gambar sangat dekat sekali, hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek. Fungsinya untuk kedetailan suatu objek.
( JENIS-JENIS SHOT )
Medium Shot
Shot yang hanya menampilkan sebagian badan dari pinggang sampai atas kepala. Fungsinya memperlihatkan sosok objek secara jelas.

Total Shot
Shot yang menampilkan keseluruhan objek secara menyeluruh. Fungsinya untuk memperlihatkan kejelasan susana sekitar

Establish Shot
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.

One shot (one 1 shot)
Pengambilan gambar satu objek. Fungsinya memperlihatkan seseorang/benda dalam frame.

Two Shot (dua 2 shot)
Shot penggambilan gambar yang hanya menampilkan dua orang. Fungsinya memperlihatkan adegan dua orang yang sedang berkomunikasi.

Tree shot ( tiga 3 shot )
pengambilan gambar tiga objek. Fungsinya memperlihatkan adegan tiga orang sedang mengobrol.

Full Shoot (FS)
Pengambilan gambar penuh objek dari kepala hingga kaki. Fungsinya memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
 
Long Shoot (LS)
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Full Shoot. Fungsinya menunjukkan objek dengan latar belakangnya.

Extreem Long Shoot (ELS)
Pengambilan gambar melebihi Long Shoot, menampilkan lingkungan si objek secara utuh. Fungsinya menunjukkan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannya.

Medium Long Shot
Lebih dekat daripada ELS dan LS. Manusia biasanya ditampakkan dari atas pinggang sampai atas kepala dalam shot ini. Latar belakang dan objek utama pun juga nampak sebanding.

Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek. Fungsinya memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktifitas.

Over Shoulder Shot
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Objek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu bertentangan atau berhadapan.
SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR ( CAMERA ANGLE)
Camera Angle adalah suatu sudut pandang dalam mengambil gambar suatu objek, pemandangan, maupun sebuah adegan. Dengan sudut tertentu kita dapat menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada gambar yang disajikan.Sudut Pandang Pengambilan Gambar dibagi menjadi 6, yaitu :

High Angle (Bird eye view) : Pengambilan gambar objek dari atas
dimana Posisi kamera lebih tinggi dari objek yang diambil atau Posisi kamera berada lebih tinggi dari mati objek sehingga kamera harus menunduk untukmengambil gambarnya. Sudut pandang ini sangat berguna untuk mempertunjukkan keseluruhan set beserta seluruh objeknya.

Normal Angle
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata objek yang diambil atau normalnya pada objek. Kamera ditempatkan setinggi mata objek. Normal angle tergantung pada ketinggian suatu objek tersebut.

Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari objek yang diambil atau Posisi kamera berada di bawah
ketinggian mata sehingga kamera harus mendongak untuk melakukan shot.

Fungsi ini biasa digunakan untuk pengambilan gambar kepada si pemeran atau si tokoh yang menjukan sudut yang memiliki arti kewibawaan atau kegagahan, keagungan dan kejayaan si tokoh atau objek, dapat bisa digunakan teknik objeknya menjadi seperti seolah-oleah menjadi Raksasa atau besar.

Objektif Kamera
Teknik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya yang ada. atau Melakukan shot seperti apa adanya (Asli)

Subjektif Kamera
Teknik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa.
Yang mana Posisi kamera diletakkan di tempat seorang karakter yang tidak nampak dalam

layer Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan,
dan mempertunjukkan pada penonton suatu pandangan dari sudut pandang karakter.

Eye Level
Pengambilan gambar ini mengambil sudut sejajar dengan mata objek, tidak ada kesan dramatik tertentu yang didapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkan pandangan mata seseorang yang berdiri.

Frog Level
Sudut pengambilan gambar ini diambil sejajar dengan permukaan tempat objek berdiri, seolah-olah memperlihatkan objek menjadi sangat besar
GERAKAN KAMERA (MOVING CAMERA)
a.   Zooming (In/Out)
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

b.  Panning (Left/Right)
Yang dimaksud dengan gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang diinginkan.,

c.  Tilting (Up/Down)
Gerakan tilting yaitu gerakan ke atas dan ke bawah, masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang didapat memuaskan dan stabil.

d.  Dolly (In/Out)
Gerakan yang dilakukan yaitu gerakan maju mundur, hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada dolly yang bergerak adalah tripod yang telah diberi roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

e.  Follow
Pengambilan gambar dilakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

f.  Framing (In/Out)
Framing adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (in) atau keluar (out) framming shot.

g.  Fading (In/Out)
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang ada disebut fade in, sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan digantikan gambar baru disebut fade out.

Crane Shoot
Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.
GERAKAN OBJEK (MOVING OBJECT)
a.  Kamera sejajar objek. Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan.
b.  Walking (In/Out) Objek bergerak mendekati (in) maupun menjauhi (out) kamera.
  •  MEREKAM VIDIO

Hello sobat IQRoe, Dalam merekam vidio sering sekali anda kesulitan untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang ingin seperti layaknya hasil fotografer profesional, di sini anda dapat mengetahui bagaimana mendapatkan hasil rekaman gambar yang bagus yang para fotografer lakukan. Berikut penjelasannya.

Cara yang mudah adalah memperbaiki posisi Berdiri dan memegang camp corder dalam kondisi cahaya seadanya dirumah kita adalah kamera otomatis akan mengepensasinya dengan memperlambat percepatan perekaman dan meningkatkan kepekaan sensor yang berakibat penurunan resolusi gambar alhasil, perekaman akan mudah goyang, menghasilkan gambar redup, dan tampak butiran kasar (noise):

1.    Berdirilah dengan benar
Berdirilah dengan sebelah kaki sedikit berada didepan lainnya.Cara ini akan meningkatkan kestabilan badan sehingga badan bisa berdiri dengan kokoh, seperti teknik teknik silat posisi kuda-kuda akan menentukan kekohan badan anda

2.    Pegang camp corder dengan kedua tangan
letakan satu tangan lewat grip supaya mudah menjangkau, tombol zoom dan merekam, dan gunakan tangan satunya untuk membentuk memegang kamera.

3.    Letakan kedua siku tangan dekat dada
dengan meletakan kedua tangan anda akan membantu membuat dudukan yang kuat untuk camp corder anda, dan membantu mencegah miringnya yang bisa terjadi pada pada tangan anda jika berada jauh dari badan.

4.    Bersandarlah agar stabil
pada sesuatu, sebuah pohon, dinding bangunan, DLL. Yang penting kokoh dan tidak bergeser yang bisa anda pakai, (asal jagan bersandar pada pundak gebetan nanti Baper.. Hehe :D).Cara bersandar ini sangat membantu pada ruangan yang sempit dan kurang cahaya seperti photography urbex.

5.    Menurunkan lutut
Berlutut dengan lutut kiri dilantai dan menempatkan siku tangan yang memegang camp corder pada lutut kanan akan memberi pondasi yang kokoh bagi rekaman anda.

6.    Bidik dengan posisi tiarap
Posisi Seperti ini tingkat malu anda diuji gays :D, Posisi ini bisa dibilang anda harus nekat tanpa malu untuk hasil rekaman yang bagus, Sudut seperti ini tidak hanya bagus untuk merekam objek yang rendah (bayi merangkak) tetapi dengan meletakan siku dilantai, muka anda memperoleh yang bagus.

(Ane saranin anda merekam disaat sepi kalau tidak malu, ya seperti merekam di tempat rumah kosong yang angker tanpa ada seorang pun tapi ditempat itu anda dapat keutungan dengan menjadi kuntilanak sebagai model hehe… :D) #Justkidding, oke lanjut…

7.    Gunakan lensa Sudut lebar (wide lensa) Mendekatkan pada objek
jangan tergoda untuk mencoba lensa zoom (Tele) akan meningkatkan efek guncangan kamera, sedangkan lensa sudut lebar akan menutupi guncangan denga mendekatkan ke obejk perekaman suara juga akan lebih baik, sehingga hasil rekaman lebih halus.

8.    Objek yang bergerak
Misalnya hendak merekam sikecil atau si doi yang naik sepeda gunakanlah mobil, mintalah bantuan pada sesorang yang memiliki mobil lalu anda merakam melalui jendela mobil, sang pengemudi mobil pun harus menyesuaikan dengan objek yang bergerak. Kalau tidak mau minjem mobil anda nebeng di angkot untuk mengambil gambar

9.    Aktifkan image stabilizer atau steady shot
Fitur ini cukup berarti dalam mengurangi Guncangan camera. Sebagia camp corder menggunakan sistem digital digital image stabilizer, dan lainya menggunakan optikal.

10.    Letakan Camera
Kadang-kadang cara terbaik untuk merekam tanpa guncangan tidak memegang camp corder. Cari sesuatu permukaan yang kokoh sehingga anda bisa mengatur kamera saat sedang merekam, hanya dengan remot control TV misalnya, meja, bangu, dinding, bisa dimanfaatkan atau dengan menggunakan tripod.

sobat IQRoe dalam melakukan pekerajaa atau projek di micorsoft excel 2010 ( Ms excel 2010), seering kali kita membutuhkan yang namanya simbol untuk memperlengkap projek kita,  dalam pembahasan kali ini kita akan mempelajari bagaimana  menambahkan simbol di microsoft excel 2010 pada pembahasan sebelumnya yaitu mengenai membuat validasi dengan aturan data entry.

Jika Anda ingin memasukkan karakter yang tidak ada didalam keyboard, Anda bisa menggunakan simbol dan karakter khusus yang tersedia di dalam microsoft Excel 2010. Untuk menambahkan simbol dan karakter bisa Anda lakukan dengan cara :

1. Gunakan table yang sudah Anda buat sebelumnya. Tambahkan kolom “Simbol” di bagian kanannya.

kolom simbol dan karakter










2. Sebagai latihan, tambahkan symbol pada kolom Simbol dengan cara tab Insert kelompok Symbols pilih Symbol.
Menu insert Symbol




3. Muncul kotak dialog Symbol. Pilih simbol yang Anda inginkan.

Kotak dialog symbol









4. Kemudian tekan tombol Insert.

5. Selanjutnya tekan tombol Close untuk menutup kotak dialog Symbol.

Menyisipkan Symbol




6. Harap diingat bahwa setiap penambahan karakter melalui cara seperti ini pada data angka akan membuat perhitungan menjadi error sehingga penggunaannya hanya untuk penambahan data karakter.

Oke sekian tutorial untuk yang satu ini tentang menambahkan simbol dan karakter khusus cukup simpel dan mudahkan.. sekian dari ane, Salam



Hello sobat iqroe pada pembahasan kali ini kita akan mempelajar tutorial Menyembunyikan baris berdasarkan Kelompok Tertentu materi di Microsoft excel 2010 (ms excel) Pada pembahasan sebelumnya kita sudah membahas tentang menambahkan syimbol dan Karakter Khusus dan kali ini memang agak sulit tapi di sini Iqroe sudah merangkumnya menjadi mudah untuk dipahami oleh teman-teman.
Pada pembahasan sebelumnya kita sudah membahas tentang menambahkan syimbol dan Karakter Khusus
Misalnya Anda menyembunyikan detail daftar barang yang sudah terjual sehingga hanya terfokus pada jumlahnya saja. Excel menyediakan detail grup sampai 8 level. Untuk melakukannya bisa Anda lakukan dengan cara :


1. Gunakan table yang sudah Anda buat sebelumnya, tapi tambahkan kolom “Usia” di sebelah kananNya.

2. Letakkan kursor pada kolom usia.

3. Pada tab Data klik Data Validation di kelompok Data Tools.

tabel data dengan tambahan kolom
















4. Setalah muncul kotak dialog Data Validation pilih Whole Number pada combo box ,Allow.

5. Di combo box Data pilih Between (nilai di antara).

6. Pada kolom Minimum masukkan nilai 18 pada kolom Maximum, masukkan nilai 45 (maksudnya data usia yang diperbolehkan adalah diantara 18 dan 45 tahun, angka 18 dan 45 juga termasuk yang diperbolehkan).

Memilih Whole Number












7. Kemudian klik tombol OK. Sekarang coba masukkan usia 12 tahun

Memasukan data usia yang salah









8. Akan Keluar kotak peringatan karena angka 12 dibawah 18.

9. Untuk membantu pengisian data, Anda juga bisa menambahkan pesan bantuan yang akan keluar jika sel yang dikenai validasi tersebut dipilih yaitu dengan cara klik pada tab Data > Data Validation.

10. Setelah muncul kotak dialog Data Validation buka tab Input Message.

11. Pastikan Show input message when cell is selected dalam keadaan tercentang

Kotak Dialog validation Input Message











12. Masukkan judul pesan di kolom Title, semisal “Bantuan Pengisian Data”.

13. Masukkan pesan yang akan ditampilkan dikolom Input Message, semisal “Usia yang diperbolehkan bekerja di PT Excellence Samudra 18 sampai 45 tahun”. Klik tombol OK.

14. Ketika Anda memilih sel pada kolom Usia akan keluar pesan bantuan pengisian data.

Kotak Bantuan Mengisi Data









15. Sedangkan untuk menambahkan kotak peringatan atau pesan kesalahan ketika data yang dimasukkan tidak valid, klik tab Data > Data Validation.

16. Pada kotak dialog Data Validation, pilih tab Error Alert.

17. Pastikan Show error alert invalid data is entered sudah tercentang.

Kotak Dialog Error Alert













18. Pilih Style kotak pesan dengan mengklik combo Style. Terdapat 3 style yang disediakan, yaitu :
==>> Stop, digunakan untuk melarang semua data yang tidak valid masuk ke dalam table.

Kotak Peringatan Stop





==>> Warning, digunakan untuk memberi peringatan ketika pengisi data, bahwa ada data yang tidak valid masuk kedalam table, tetapi jika ditekan tombol Yes maka data tetap akan masuk.

Kotak Peringatan Warning






==>> Information, digunakan untuk memberitahu bahwa terdapat data yang tidak valid, tetapi data tetap akan langsung masuk jika mengklik OK.

Kotak Peringatan Informasi






19. Masukkan judul pesan di kolom Title, semisal “Data Salah!!”.

20. Masukkan pesan yang akan ditampilkan dikolom Error Message, semisal “Usia yang diperbolehkan adalah 18 sampai 45 tahun”. Klik tombol OK.

21. Untuk mencoba, Anda bisa memasukkan data yang salah sehingga muncul kotak pesan kesalahan seperti berikut :

Kotak Peringatan Data tidak Valid







22. Untuk menyalin validasi data maupun menghilangkannya, bisa Anda lakukan dengan cara yang sama seperti pada bahasan sebelumnya.

Oke sekian tutorial pembahasan mengenai membuat validasi dengan aturan data entri di microsoft excel
2010, semoga bermanfaat untuk temen-temen semua, mohon maaf bila ada kesalan dalan penlisan ya seperti yang barusan tadi maklum manusiawi ya hehe… Oke Sekian dari ane SALAM MEMBACA.